TITIK BALIK IMAN


“In every man´s life there is a turning point,” (Dalam setiap kehidupan manusia selalu ada titik balik). Demikian ungkapan dalam film “Flywheel” yang bercerita mengenai pemilik showroom mobil bekas yang hidupnya diubahkan. Sebelum bertobat, orang tersebut bukan pebisnis jujur. Namun sejak dia menyerahkan hidupnya kepada Yesus, dia mengalami titik balik yang membawa kebahagiaan. Berikut beberapa kisah teladan  nyata mereka yang mengalami titik balik dalam iman.

                Bill Wilson memiliki masa lalu yang kelam. Hidup miskin, orang tuanya bercerai, ibu yang alkoholik, ayah yang sakit-sakitan, dianiaya oleh teman-teman seusianya. Bill menjadi tak percaya diri dan suka menyendiri. Pada usia 14 tahun, ia ditinggal ibunya di trotoar, tapi seorang diaken sebuah gereja lokal menghampirinya. Diaken yang bernama Dave Rudenis itu memberi makan dan mendaftarkan Bill ke retret kaum muda. Di sana ia mengalami titik balik dalam kehidupannya. Remaja kurus dengan gigi menonjol, rahang cacat dan celana berlubang itu untuk pertama kalinya mendengar ada Tuhan yang mau mati bagi dia. Bill menyatakan bahwa masa depannya tak akan pernah sama lagi sejak malam itu. Bill kemudian dikenal sebagai pendiri Metro Ministries International di Brooklyn, New York. Organisasi pelayanan yang menjangkau lebih dari 22.000 anak setiap minggu!
                Pada tanggal 6 Agustus 1945, seorang anak balita bernama Kanji Araki, sedang bermain di rumahnya seorang diri. Tiba-tiba kota tempat dia berada (Hiroshima) dijatuhi bom atom. Hembusan udara panas merobohkan bangunan dan membakar kota. Dalam ledakan itulah, nenek dan semua saudara Kanji meninggal dunia terkena radiasi. Ketika Kanji tumbuh semakin besar, ia mengalami konflik batin tentang orang-orang yang menderita dan meninggal dunia karena bom atom itu. Kedua orangtuanya adalah orang Kristen yang taat, namun Kanji memilih untuk tidak beragama. Ternyata pilihannya itu menciptakan ruang kosong dalam hatinya, dan semakin lama kekosongan itu bertambah besar. Suatu saat,  ia mulai mempelajari Alkitab untuk mencari tahu siapakah Yesus Kristus yang sering disebut ibunya itu. Tak lama setelah itu, terjadilah titik balik dalam jiwanya, Kanji percaya dan menaruh iman kepada Kristus. Sejak itu, hatinya yang kosong kini dipenuhi iman, pengharapan, dan kasih Allah. Selanjutnya Allah menuntunnya untuk melayani. Dalam sebuah kegiatan pelayanan yang ia lakukan, ia mengutip dari 1 Korintus 6:20 dan berkata, "Saya sudah dihindarkan dari kematian supaya hidup, saya memiliki makna yang lebih tinggi untuk melayani Allah."
                Titik balik ini juga dirasakan Rasul Paulus, ia "diselamatkan" Allah  agar dapat melayani-Nya. "Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu" (Kolose 1:25). Bagaimana dengan Anda, apakah titik balik hidup Anda di tahun ini? Pastikan Anda mengalaminya bersama Kristus!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar