YESUS, WAKIL YANG PARIPURNA


Suatu hari saya bersama dengan istri saya diundang untuk menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh seorang duta besar di Jakarta. Acara jamuan makan malam ini diselenggarakan di rumah kediaman yang bersangkutan. Malam itu selain kami berdua ada sekitar empat puluh orang tamu lainnya yang diundang untuk menghadiri acara tersebut. Memasuki rumah kediaman sang duta besar kami harus melewati pemeriksaan yang sangat ketat. Pemeriksaan ini tak kalah ketatnya dibandingkan bila kita pergi berkunjung ke kantor kedutaan tempat di mana sang duta besar bertugas. Bukan hanya saya dan istri saya saja yang harus melewati pemeriksaan tersebut. Saya lihat semua tamu, tak terkecuali para tokoh masyarakat yang terkenal yang wajahnya biasa menghiasi halaman-halaman surat kabar dan layar televisi yang malam itu ikut diundang juga harus melewati prosedur yang sama.

Ketatnya pemeriksaan terhadap para tamu yang diundang ke rumah sang duta besar ini tentu berkaitan dengan pengamanan ekstra tinggi yang diperlukan oleh yang bersangkutan. Hal ini dapat kita maklumi sebab keberadaannya di Indonesia adalah untuk mewakili kepentingan dari negaranya yang adalah salah satu negara besar di dunia. Adalah wajar apabila sebagai seorang duta besar yang bersangkutan memperoleh perlakukan yang istimewa, sebab ia menyandang kehormatan dari negara yang ia wakili.

Memang salah satu tanggungjawab utama dari seorang duta besar adalah menjadi wakil dari negara dan bangsa serta kepala negara yang mengutusnya. Karena itu ia berhak untuk berbicara atas nama pemerintah yang ia wakili baik kepada pemerintah maupun kepada rakyat dari negara tempat dimana ia ditugaskan. Demikian juga apabila pemerintah setempat ingin menyampaikan pesan kepada pemerintah negara yang ia wakili, pemerintah setempat cukup menyampaikannya kepada sang duta besar. Itu sebabnya sebutan resmi seorang duta besar adalah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh.

Yang bersangkutan disebut sebagai duta besar luar biasa, sebab ia mewakili negaranya bukan hanya untuk kasus-kasus tertentu saja, namun untuk semua kepentingan negara tersebut secara permanen selama ia menjabat sebagai seorang duta besar. Ia juga disebut duta besar berkuasa penuh sebab ia memperoleh kuasa penuh untuk mewakili negara yang mengutusnya. Karena itu bobot pesan yang disampaikan melalui seorang duta besar tak lebih rendah bila pesan tersebut disampaikan secara langsung kepada kepala negara yang ia wakili.

Saudara-saudari, pemahaman tentang konsep perwakilan ini akan menolong kita untuk memahami peranan Yesus Kristus di dalam mewakili Kerajaan Allah, umat Tuhan dan sekaligus mewakili seluruh umat manusia dalam memulihkan hubungan manusia dengan Tuhan. Di dalam diri Yesus Kristus atau Sang Mesias  kepentingan ketiga–tiganya, baik kepentingan Kerajaan Allah, umat Tuhan maupun seluruh umat manusia terwakili. Hal tersebut dapat kita lihat secara simbolis melalui apa yang Ia alami di padang gurun segera sesuah pembaptisan-Nya oleh Yohanes sebagaimana yang antara lain dicatat secara ringkas di dalam Markus 1:12-13.

Markus 1:12-13

12 Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.  13 Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.


I.     Yesus adalah wakil dari Kerajaan Allah

Saudara-saudari sebelum Yesus menampilkan diri di depan umum sebagai Sang Mesias, Yohanes terlebih dahulu memberitakan agar orang Israel bertobat sebab Kerajaan Allah yang juga disebut sebagai Kerajaan Sorga sudah dekat. Hal tersebut antara lain dicatat di dalam Matius 3:2. Dalam hal ini yang dimaksudkan oleh Yohanes adalah kedatangan Sang Mesias sudah dekat. Memang kedatangan Sang Mesias sama dengan kedatangan dari Kerajaan Allah itu sendiri sebab Ia datang ke dunia untuk mewakili Kerajaan Allah di tengah-tengah manusia.

Sebagai Tuhan yang adalah penguasa dari kerajaan-Nya tentu Yesus Sang Mesias menyandang wewenang penuh dari kerajaan-Nya. Untuk menunjukkan kuasa serta wewenang-Nya tersebut di dalam pelayanan-Nya dua ribu tahun yang silam Tuhan Yesus melakukan berbagai macam mujizat di antara manusia. Ia menyembuhkan orang yang sakit, membangkitkan orang dari kematian, meneduhkan badai dan banyak mujizat lainnya.

Karena Ia mewakili kerajaan-Nya itu sebabnya kita dapat mengajukan permintaan atau doa melalui Yesus sebagai Sang Mesias. Ia sendiri yang mengajar agar kita memanjatkan permohonan doa di dalam nama-Nya. Semua ini menunjukkan bahwa Ia bertindak sebagai wakil dari Kerajaan Allah di mana Ia sendiri memegang kekuasaan sebagai Sang raja.


II.     Yesus adalah wakil dari umat Tuhan

Namun Yesus Kristus bukan hanya bertindak mewakili Kerajaan Allah, pada saat yang sama Ia juga mewakili umat Tuhan di hadapan Tuhan. Itulah yang ingin ditunjukkan oleh Roh Kudus dengan memimpin Yesus ke padang gurun segera sesudah pembatisan-Nya di sungai Yordan oleh Yohanes. Di padang gurun itu Ia tinggal selama empat puluh hari lamanya.

Ketiga kitab Injil sinoptik, yaitu Matius, Markus dan Lukas yang mencatat peristiwa ini dengan teliti mengatakan bahwa Yesus tinggal di padang gurun selama empat puluh hari. Ketiga kitab Injil tadi, Matius, Markus dan Lukas disebut sebagai kitab Injil sinoptik karena terdapat kesamaan dalam isi, susunan kisah, serta struktur bahasa, kalimat maupun alinea. Walaupun masing-masing memiliki nuansa yang khas sesuai dengan kepada siapa kitab tersebut ditulsikan, namun ketiga-tiganya memiliki kesamaan dalam cara memandang kehidupan Yesus. Sedangkan kitab Injil Yohanes memiliki nuansa yang cukup jauh berbeda dibandingkan dengan ketiga kitab Injil tersebut. Karena itu kitab Injil Matius, Markus dan Lukas disebut kitab Injil sinoptik, sebab kata sinoptik artinya keselarasan dalam cara pandang.

Mengapa di dalam kitab Injil sinoptik dengan teliti dicatat bahwa Yesus berada di padang gurun selama empat puluh hari? Hal ini mengingatkan kita bahwa bangsa Israel sebagai umat Tuhan hidup di padang gurun selama empat puluh tahun sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian. Kesejajaran antara empat puluh hari dan empat puluh tahun ini adalah untuk menggaris bawahi peranan Yesus Kristus di dalam mewakili umat-Nya di hadapan Allah.

Saudara-saudari, sejak manusia jatuh ke dalam dosa Tuha telah merancangkan jalan keselamatan bagi manusia. Untuk itu Ia memilih Abraham dan mengikat perjanjian dengan Abraham yang pada intinya berisi bahwa Ia akan menjadikan keturunan Abraham sebagai suatu bangsa yang besar. Lebih jauh lagi Ia akan memakai keturunan Abraham tersebut menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain, yaitu dengan membawa bangsa-bangsa lain tersebut untuk mengenal Tuhan yang sejati. Itu sebabnya keturunan Abraham, yaitu bangsa Israel disebut sebagai umat yang dipilih dan umat perjanjian. Disebut sebagai umat yang dipilih sebab melalui Abraham mereka dipilih untuk membawa bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan yang sejati untuk beribadah kepada Allah benar. Disebut sebagai umat perjanjian sebab Tuhan telah mengikat perjanjian dengan mereka melalui Abraham, nenek moyang mereka.

Di dalam perjalanan waktu, walaupun mereka mengingkari perjanjian yang telah dibuat dengan Tuhan, yaitu dengan meninggalkan Tuhan dan justru jatuh ke dalam penyembahan berhala yang disembah oleh bangsa-bangsa yang tak mengenal Tuhan, Tuhan tidak meninggalkan kesetiaan-Nya kepada umat-Nya. Walaupun umat-Nya telah menolak diri-Nya, Tuhan tak menolak umat-Nya untuk selama-lamanya. Karena itu Mesias datang untuk memperdamaikan Tuhan dengan umat-Nya. Di satu sisi Mesias datang sebagai wakil dari Kerajaan ALlah, di sisi lain Ia juga mewakili umat Tuhan di depan Allah, supaya dengan demikian Ia memulihkan hubungan umat Tuhan dengan Allah yang sesungguhnya.


III.     Yesus adalah wakil dari umat manusia

Tetapi Saudara-saudari, Yesus Kristus bukan datang ke dunia hanya untuk umat Israel. Ia datang ke dunia juga untuk seluruh umat manusia, mewakili mereka di hadapan Tuhan dan untuk meperdamaikan mereka dengan Tuhan. Sebagaimana keberdosaan Adam, manusia pertama yang menjadi cikal bakal umat manusia mengakibatkan seluruh manusia berdosa, demikian juga Yesus Sang Mesias menempatkan diri sebagai Adam yang kedua yang melalui pengorbanan-Nya di kayu salib menebus seluruh umat manusia dari dosa-dosa mereka. Bila kejatuhan satu orang, yaitu Adam yang pertama, ke dalam dosa telah menyeret seluruh umat manusia ke dalam kebinasaan, maka pengorbanan satu orang, yaitu Yesus sebagai Adam yang kedua telah membawa seluruh umat manusia kepada kesempatan untuk mengalami kehidupan yang kekal.

Di dalam Alkitab konsep tentang Yesus sebagai Adam yang kedua ini antara lain dituliskan di dalam Roma 5:14-15 dan 1Korintus 15:45. Hal ini pula yang dipertegas melalui pencobaan yang dialami oleh Yesus Kristus oleh Iblis di padang gurun seusai pembaptisan-Nya oleh Yohanes. Apabila Adam dicobai oleh Iblis dalam hal kenikmatan mata, kenikmatan tubuh dan keangkuhan hidup di Taman Eden, demikian juga Yesus dicobai oleh Iblis dalam hal kenikmatan tubuh, keangkuhan hidup dan kenikmatan mata di padang gurun. Apabila Adam jatuh ke dalam dosa saat ia dicobai oleh Iblis, Yesus menang terhadap pencobaan si Iblis.

Saudara-saudari, dengan demikian bukan hanya Yesus Sang Mesias adalah wakil dari umat manusia, Ia juga mewakili kita dalam menghadapi cobaan si Iblis dan mewakili kita dalam kemenangan atas cobaan tersebut. Dengan demikian semua kita memiliki dasar untuk hidup berkemenangan atas segala cobaan yang sama. Dengan demikian kita semua dapat membangun pengharapan yang tak mengecewakan di dalam Yesus Kristus.

Ya, Yesus Kristus adalah wakil yang lengkap atau paripurna. Di dalam Dia baik Kerajaan Allah, umat Tuhan dan seluruh umat manusia terwakili secara bersama-sama. Karena itu di dalam dan melalui Yesus Kristus perdamaian yang lengkap dapat tercapai. Melalui pengorbanan-Nya Ia memperdamaikan mereka yang secara jasmaniah digolongkan sebagai keturunan Abraham dengan bangsa-bangsa yang secara jasmaniah tidak tergolong sebagai keturunan Abraham. Ia mempersatukan mereka menjadi satu umat, yaitu umat yang diikat-Nya dalam perjanjian yang baru. Di saat yang sama melalui pengorbanan-Nya itu Ia memperdamikan seluruh umat manusia dengan Tuhan. Oleh karena itu kita dapat berkata bahwa Yesus adalah wakil yang paripurna yang memperdamaikan secara paripurna dan dengan demikian membuka pintu bagi kita semua untuk mengalami hidup yang bermakna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar